Kewajiban Umat Terhadap Al-Quds dan Palestina
Al-Ikhwan.net | 7 December 2007 | 28 Dzulqaidah 1428 HDR. Muhammad Mahdi Akif

Risalah dari Ust. Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Al-Ikhwan Al-Muslimin, 22/11/2007
RINGKASAN,
Ditulis oleh Ala Iyad
Perlawanan Dengan Berbagai Bentuknya Berupakan Hak Bangsa Palestina
Ustadz Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Al-Ikhwanul Muslimin merekomendasikan akan jaminan Ikhwanul Muslimin bersamaan dengan direkomendasikannya pembelaan atas Al-Quds pada pertemuan Istanbul, dan menyatakan bahwa penjajahan Zionis terhadap Al-Quds di bagian Barat dan Timur merupakan penjajahan aphartheid, pendudukan yang keji dan teroris yang berlawanan dengan sejarah, sehingga harus dihilangkan dari Al-Quds, Palestina, dataran Golan dan pertanian Syab’a, sebagaimana harus lenyap segala bentuk penjajahan dan penindasan di muka bumi.
Dalam risalah mingguannya ustadz mendukung ketegasan rekomendasi Istanbul atas hak kembalinya para pengungsi, orang yang terusir dan hijrah dari bumi Al-Quds, karena jengkal dari bumi Palestina merupakan hak setiap individu dan kelompok yang tidak mungkin bagi setiap insan menyepelekan dan tunduk darinya, sebagai tuntutan terhadap negera-negara Arab dan Islam serta seluruh negara serta lembaga-lembaga internasional yang mencintai perdamaian, dengan mengerahkan segala potensi dan tenaga serta fikiran untuk mengakhiri penjajahan Zionis terhadap Al-Quds, memelihara dunia Arab terhadap kesucian Islam dan Nasrani.
Beliau menyatakan akan keberhasilan pertemuan Al-Quds Internasional dalam menetapkan rekomendasi kepada seluruh pemimpin umat yang tidak boleh berdiam diri terhadap permasalah Palestina yang tercinta, terutama Al-Quds Syarif, dan menganggap perlawanan dengan berbagai bentuknya sebagai hak yang disyariatkan Islam dan dilindungi oleh undang-undang, perjanjian dan konstitusi internasional sehingga terwujud kemerdekaan dan menghilangkan penjajahan.
Ustadz juga mengajak bangsa-bangsa serta seluruh lembaga-lembaga masyarakat madani di dunia seluruhnya untuk mengembalikan potensi dan memberikan motivasi kepada seluruh elemen bangsa Palestina, mendukung lembaga-lembaga ini secara materi dan inmateri sehingga mampu memainkan perannya dalam membela mereka yang tertindas.
Beliau juga meminta bangsa-bangsa dan kekuatannya yang memiliki semangat juang untuk memberikan dukungan tsaqofah, informasi dan ekonomi untuk rakyat yang terkepung di daerah Gaza, melakukan pertemuan, muktamar dan nadwah, untuk membuka hakikat yang terjadi dari kedzaliman dan permusuhan Zionis melawan bangsa Palestina, sambil menegaskan bahwa Al-Ikhwanul Al-Muslimun melakukan segala potensi dalam membantu permasalahan Palestina, terutama kemerdekaan AL-Quds Syarif, kemerdekaan dari setiap jengkal bumi Palestina, mengembalikan negeri yang terampas kepangkuan umat, dan mengembalikan perdamaian dan keamanan kepada Al-Quds sebagai bumi yang damai.

RISALAH SELENGKAPNYA
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat dan salam atas nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat seluruhnya.. selanjutnya…
Telah selesai pelaksanaan pertemuan Al-Quds Internasional yang diadakan di kota Istanbul, Turki dari tanggal 15 sampai dengan 17 Nopember 2007 yang lalu, yang diikuti oleh peserta dari para ulama, duat, cendekiawan, pemimpin Negara dan tokoh masyarakat yang tersebar di berbagai negara Islam yang berjumlah 5000 orang, sebagaimana juga diikuti oleh pemuka agama Nasrani; muktamar yang sangat penting disaat kondisi yang genting dan kritis, baik yang berkaitan dengan kondisi dan suasana yang berhubungan qodhiyah Palestina, atau secara khusus terhadap muktamar Annapolis internasional yang akan diadakan pada tanggal 27 Nopember 2007; dengan tujuan menyelesaikan permasalahan Palestina.
Pertemuan Al-Quds Internasional hadir; untuk membuat risalah yang jelas kepada umat Islam dan kepada bangsa di dunia yang mencintai kemerdekaan pada satu sisi, dan kepada para penjajah dan perampas serta kepada sekutu-sekutunya pada sisi lain, tujuannya adalah bahwa kebenaran lebih berhak untuk diikuti, dan kedzaliman dan kebatilan tidak memiliki masa depan, dan kebenaran tidak ada kesia-siaan di belakangnya “mereka ingin mematikan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka dan hanya Allah yang menyempurnakan cahayanya..” (Shaff: 8 )
Kemuliaan Umat
Bahwa Al-Quds Syarif merupakan dan akan selalu menjadi simbol Islam, kemuliaan umat Islam, amanah yang dibebankan kepada satu setengah milyar muslim; sehingga kembali mandapatkan kemerdekaan, keperkasaan dan kemuliaan ke pangkuan kaum muslimin, terkembang bendera kebebasan, keadilan dan tauhid, sebagaimana yang diraih pada ribuan tahun yang lalu, sekalipun panjang masa penjajahan dan permusuhan Zionis – yang didukung oleh Amerika dan Barat - namun tetap akan hilang dan lenyap dengan izin Allah, demikianlah keimanan dan keyakinan seperti yang diajarkan oleh sejarah “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa”. (An-Nuur: 55)
Bahwa Al-Ikhwan Al-Muslimun – yang selalu mendukung umat yang besemangat berjuang demi meninggikan kalimat Allah di setiap jengkal dari buminya dan di setiap benih dari tanahnya - mengerahkan segala kemampuan mereka dalam berkhidmah terhadap qodhiyah Palestina, terutama kemerdekaan Al-Quds yang mulia, kemerdekaan tanah Palestina, mengembalikan negeri yang terampas kepada pangkuan umat, dan mengembalikan keamanan dan perdamaian quds sebagai negeri yang damai.
Umat Islam saat ini sedang berhadapan – dan akan masih terus berlanjut - berbagai bentuk penipuan dan permusuhan, merasakan berbagai macam kedzaliman, tekanan dan penindasan atas tangan para penjajah dan penindas, namun umat tetap tegar dan kokoh berdiri, meyakini akan haknya dalam kehidupan yang mulia, mempertahankan eksistensinya dan kesuciannya dengan harga yang sangat mahal, menghadirkan para syuhada demi syuhada, dengan tidak mau menerima kedzaliman, kekerasan dan penindasan, bahkan selamanya tidak akan menerima selama umat berpegang teguh pada kebenaran dan Al-Quran… umat yang berpegang teguh pada amanah dan risalah… umat yang mencintai keadilan, persamaan dan jihad melawan permusuhan.
Rekomendasi Istanbul
Kita mendukung apa yang telah direkomendasikan pada pertemuan di Istanbul dalam membela perjuangan Al-Quds, dan menegaskan bahwa penjajahan Zionis terhadap Al-Quds di tepi Barat dan Timur merupakan penjajahan aphartheid, pendudukan ilegal, penjajahan dan teroris, bertentangan dengan gerakan sejarah, merupakan phenomena penjajahan klasik yang di bangun di atas kedzaliman, kekerasan dan perampasan hak, penjajahan yang harus dilenyapkan dari Al-Quds dan Palestina terutama di daerah Golan dan pertanian Syab’a, sebagaimana juga harus dihilangkan dari berbagai belahan dunia. Adalah merupakan hak para pengungsi, orang yang terusir dan hijrah karena terpaksa untuk kembali ke bumi Palestina, sebagaimana pula bumi Palestina merupakan hak setiap individu dan kelompok, tidak mungkin bagi setiap insan melakukan perdamaian dan putus asa, serta menuntut negara-negara Arab dan Islam serta seluruh negara dan lembaga-lembaga internasional yang mencintai perdamaian untuk berusaha dengan sekuat tenaga mengakhiri penjajahan Zionis terhadap Al-Quds, memelihara kemulian Arab dan kesucian Islam dan Nasrani.
Pertemuan Al-Quds Internasional telah berhasil menegaskan bahwa pemimpin umat tidak boleh berdiam diri terhadap bumi Palestina yang tercinta, terutama Al-Quds Syarif, pertemuan tersebut menegaskan akan hak umat dalam mempertahankan negerinya, dan menganggap segala bentuk perlawanan sebagai hak pribadi yang disyariatkan Islam, dilindungi undang-undang, perjanjian dan konstitusi internasional; sehingga tercapai kemerdekaan dan lenyap penjajahan, sebagaimana juga pada pertemuan tersebut membangkitkan semangat umat Islam untuk mengerahkan segala potensi yang dimiliki baik materi maupun inmateri, mengerahkan segala kekuatan yang dimiliki; untuk membebaskan bumi yang disucikan, dan membersihkan negeri dari najisnya penjajahan yang selalu melakukan perampasan.
Mendukung Gerakan-Gerakan Munashoroh
Saya meminta kepada seluruh bangsa Arab dan Islam, bangsa yang merdeka yang mencintai kebenaran dan keadilan, seluruh lembaga-lembaga sosial madani di seluruh dunia, untuk memberikan perannya dan melakukan kontribusi munashoroh terhadap bangsa Palestina, seluruh bangsa yang ingin lepas dari cengkraman penjajahan, mendukung lembaga ini secara materi dan inmateri; sehingga mampu menunaikan peran dan kontribusinya dalam membela mereka yang tertindas.
Saya meminta kepada setiap bangsa dengan potensi yang dimiliki dukungannya melalui tsaqofah, informasi dan ekonomi terhadap warga yang sedang terkepung di jalur Gaza, melakukan seminar-seminar, muktamar dan nadwah-nadwah untuk menyingkap hakikat yang terjadi dari kedzaliman dan permusuhan Zionis terhadap warga Palestina yang sabar dan kokoh di tepi Barat dan jalur Gaza, terhadap tawanan dan orang-orang yang dipenjara yang sedang mengalami penderitaan begitu berat di penjara para penjajah, dan khususnya para menteri dan anggota dari majlis perundang-undangan Palestina (anggota DPR-Palestina), harus ada tindakan dari seluruh elemen dan tingkatan masyarakat, memberikan tekanan untuk melepaskan pengepungan yang jahat dan dzalim di jalur Gaza, yang berlangsung di tengah diamnya negara-negara internasional dan Negara Arab yang ragu, berdiri melakukan perlawanan terhadap permusuhan Zionis yang terus menerus melakukan perang terhadap bangsa Palertina.
Bahwa Al-Ikhwanul Muslimun menegaskan bahwa hakikat permasalahan Palestina adalah permasalahan Arab dan kaum muslimin, meminta kepada para pemimpin di Palestina untuk menyatukan barisan, menghilangkan perpecahan, dan berpegang teguh pada tsawabit (ketentuan-ketentuan) bangsa Palestina, khususnya melakukan perlawanan secara syar’i sehingga mampu melenyapkan penjajahan, berpegang teguh akan haramnya darah warga Palestina, tidak mudah tunduk terhadap hak-hak yang kita tidak bisa melepasnya dari penjajahan yang keji.
Ucapan Selamat dengan Ikhlas
Bahwa bangsa Palestina – dengan keteguhan, kesabaran dan keyakinannya - menegaskan kepada dunia seluruhnya; bahwa sekalipun bertubi-tubi kekerasan yang diderita dan besarnya persekongkolan yang bertujuan untuk menundukkan dan melemahkan iradah untuk merdeka; tidak akan mampu melemahkan keinginan, menurunkan azimah untuk menjadi pembela negaranya, kehormatan dan kesuciannya.
Melalui risalah ini saya ingin menyampaikan dengan penuh kejujuran dan keikhlasan kepada warga Palestina yang tegar menghadapi kekejaman para penjajah yang keji, kepada para mujahid yang rela mengorbankan ruh dan jiwanya untuk mempertahankan agama, bumi dan kehormatannya, kepada para pemimpin yang tidak berhak menyepelekan hak-hak bangsa, dan kepada para pejuang yang telah mengerahkan tenaganya dan fikirannya untuk menyelesaikan permasalahan negeri dan umatnya, saya selalu berdo’a kepada Allah –Azza wa Jalla-, semoga Allah memberikan rahmat kepada para syuhada kita dan menerima jihad dan para mujahid kita, memberikan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga mujahid dalam menghadapi kedzaliman.
Saya sangat yakin yang tidak ada keraguan di dalamnya bahwa Al-Quds As-Syarif pasti akan merdeka, bumi Palestina akan bersih dari kotoran-kotoran najis para penjajah, bahkan seluruh negara kaum muslimin akan meraih kemerdekaannya, di dataran Golan, pertanian Syib’a, di Iraq, Afganistan dan negara lainnya, selama usaha yang membawa berkah ini terus berjalan sehingga membangunkan umat untuk berperan aktif dalam menghadapi berbagai rintangan, selama niat yang bersih dan komitmen yang menyeluruh kepada manhaj Islam yang agung… “Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya” (Yusuf: 21). “Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: “Kapan itu (akan terjadi)?” Katakanlah: “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat” (Al-Isra: 51).
Shalawat dan salam selalu tercurah atas nabi kita Muhammad SAW yang ummi, beserta keluarga, para sahabat, dan segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam.

Meski kondisinya tidak memungkinkan untuk hadir, namun Al-Ustadz Muhammad Mahdi 'Aakif, mursyidul-'aam Jamaah Al-Ikhwan Al-Muslimun berkenan untuk mengirim surat pernyataan maaf atas ketidak-hadiran, namun tetap memberikan semangat kepada para peserta multaqa. Surat beliau dibacakan di akhir pertemuan.